Siapa Sangka! Indonesia Menjadi Salah Satu Negara Penghasil Batu Bara Terbesar di Dunia

Siapa Sangka! Indonesia Menjadi Salah Satu Negara  Penghasil Batu Bara Terbesar di Dunia

Sebuah truk raksasa tengah beroperasi di area pertambangan batu bara © Pemilik Gambar

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Batu bara bak mawar indah berduri. Satu sisi dia merupakan sumber energi dan devisa, namun di sisi lain “permata hitam” ini membawa dampak lingkungan akibat tingginya kandungan karbon. Ketersediaan yang melimpah dan proses penambangan yang relatif mudah, terutama pada tambang terbuka, membuatnya menjadi andalan untuk menyediakan energi listrik yang murah di berbagai negara raksasa ekonomi dunia seperti Cina, Amerika Serikat, India, Australia, hingga Indonesia.

Sumber energi penting lain, seperti gas alam, memiliki tingkat polusi yang lebih sedikit namun lebih rentan terhadap fluktuasi harga di pasar dunia. Karenanya, semakin banyak industri di dunia yang mulai mengalihkan fokus energi mereka ke batu bara karena mempertimbangkan efisiensi harga.

Negara Penghasil Batu Bara Terbesar di Dunia

Sejak 1981, Uni Soviet, Amerika Serikat dan Cina secara konsisten mencatatkan total produksi terbesar di dunia. Setelah Uni Soviet runtuh, Rusia muncul sebagai penggantinya. Luas wilayah yang besar, cadangan batu bara yang melimpah dan didukung teknologi yang canggih, membuat ketiga negara tersebut mampu menguasai produksi batu bara dunia. Pada 1981, Uni Soviet memproduksi sebesar 771 juta ton, diikuti Amerika Serikat (740 juta ton) dan Cina (611 juta ton).

Sementara pada 2018 posisinya sedikit berbeda, Cina menjadi penguasa dengan total produksi sebesar 831 juta ton, diikuti India (669 juta ton), lalu Amerika Serikat (239 juta ton) dan Indonesia di posisi keempat dengan total produksi sebesar 184 juta ton.

Produksi Batubara Indonesia

Indonesia baru masuk daftar negara penghasil batu bara terbesar yakni pada 1998, dengan total produksi 54 juta ton. Setelah itu angkanya kian meningkat seiring dibukanya beberapa lokasi tambang terutama di pulau Kalimantan. Puncaknya pada 2018, Indonesia menjadi negara penghasil batu bara nomor empat di dunia. Produksi batu bara Indonesia mencapai 561 juta ton, merupakan rekor produksi tertinggi sejak 1981.

Tercatat sumber batu bara terbesar di Indonesia berasal dari provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Daerah tersebut merupakan markas dari perusahaan-perusahaan tambang batu bara terkemuka seperti Adaro, Kideco Jaya Agung, dan Bumi Resources.

Untuk kawan GNFI yang ingin melihat data perkembangan negara dengan produksi gas alam terbesar, berikut motion graphic-nya.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau67%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Pindad Maung, ''Humvee'' Rasa Lokal Bermesin Kijang Innova Sebelummnya

Pindad Maung, ''Humvee'' Rasa Lokal Bermesin Kijang Innova

Dasa Darma Pramuka jadi Rujukan Perilaku Komunitas Harley-Davidson Selanjutnya

Dasa Darma Pramuka jadi Rujukan Perilaku Komunitas Harley-Davidson

Iip M. Aditiya
@iipaditiya

Iip M. Aditiya

iipaditiya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.