Sejarah Hari Ini (1 Juli 1923) - Jalur Kereta Api Pertama di Sulawesi

Sejarah Hari Ini (1 Juli 1923) - Jalur Kereta Api Pertama di Sulawesi

Peresmian pembukaan jalur kereta api Makassar – Takalar pada 1 Juli 1923. © Tropenmuseum

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sejarah perkeretaapian di Indonesia diawali dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan kereta api oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, L.A.J. Baron Sloet van den Beele di Semarang pada Jumat, 17 Juni 1864.

Selain di Jawa, pembangunan rel KA juga dilakukan di Aceh (1874), Sumatera Utara (1886), Sumatera Barat (1891).

Sedangkan di Pulau Sulawesi pembangunan kereta api dilakukan pada tahun 1922 dengan panjang 47 kilometer antara Takalar - Makassar dan dioperasikan pada 1 Juli 1923.

Pengoperasian KA di wilayah ini dioperatori oleh Staatstramwegen op Celebes (STC) atau nama lainnya Staatstramwegen in Zuid-West Celebes yang merupakan divisi dari perusahaan kereta api Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS).

Seusai peresmian jalur Takalar - Makassar yang melewati 20 stasiun, STC berupaya membangun trayek Makassar, Maros dan Tanete, tetapi ditunda karena sedang melakukan penghematan.

Dalam masa aktifnya, STC hanya membangun jalur kereta api Pasarbutung–Takalar.

Stasiun PasarButung pada 1924.
Stasiun Pasarbutung pada 1924. Sumber: Tropenmuseum

Meskipun begitu, sebelum dibubarkan oleh Staatsspoorwegen, STC berencana membangun sebuah jalur dari Makassar ke Pare-Pare sampai Singkang, tetapi hal ini gagal untuk dilakukan.

Menurut Iman Subarkah, rencana pembangunan jalur Makassar–Pare-Pare dianggap kurang menguntungkan karena seluruh lintasnya berada di tepi pantai.

Karena trek relnya berada di tepi pantai membuat KA bersaing ketat dengan kapal dan perahu layar yang menarik ongkos lebih murah.

Peta jalur KA di Sulawesi Selatan pada 1925.
Peta jalur KA di Sulawesi Selatan pada 1925. Sumber: "Boekoe Peringatan dari Staatsspoor-en Tramwegen di Hindia-Belanda 1875-1925"

Selain itu biaya yang diperlukan untuk pengiriman barang melalui jalur kereta api ini masih terlalu mahal.

Masyarakat setempat menilai bahwa pengiriman barang melalui truk dan cikar akan lebih menguntungkan ketimbang menggunakan kereta api.

Jalur KA di Sulawesi sendiri tidak bertahan lama.

Akibat krisis ekonomi yang melanda dunia jalur Makassar - Takalar ditutup pada 1 Agustus 1930.

Artikel mengenai ditutupnya layanan KA di Sulawesi pada 1930.
Artikel mengenai ditutupnya layanan KA di Sulawesi pada 1930. Sumber: Het Nieuws van den dag Nederlandsch-Indie, 14 Juli 1930

Setelah itu belum ada pembangunan jalur kereta api baru di Sulawesi, hingga pada 2015 pemerintah mulai mengerjakan jalur kereta api Trans-Sulawesi.

Jalur kereta api dibangun untuk menjangkau daerah-daerah penting di Pulau Sulawesi.

Pada tahap satu pemerintah membangun jalur kereta api dari Makassar hingga Parepare.

Pada 2020, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, memperkirakan KA di Sulawesi akan beroperasi pada bulan Juni 2021.

Tentunya dengan kereta api, maka wilayah yang mempunyai potensi angkutan penumpang dan barang, termasuk wilayah dengan komoditas berskala besar akan terhubung.

Baca Juga:

Referensi: Het Nieuws van den dag Nederlandsch-Indie | S.A. Reitsma, "Korte geschiedenis der Nederlandsch-Indische spoor-en tramwegen" | "Boekoe Peringatan dari Staatsspoor-en Tramwegen di Hindia-Belanda 1875-1925"

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Beberapa Tokoh Indonesia yang Dijadikan Nama Jalan di Luar Negeri Sebelummnya

Beberapa Tokoh Indonesia yang Dijadikan Nama Jalan di Luar Negeri

Sejarah Hari Ini (14 Agustus 1961) - Apel Akbar Gerakan Pramuka Indonesia di Jakarta Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (14 Agustus 1961) - Apel Akbar Gerakan Pramuka Indonesia di Jakarta

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.