Pasca Covid-19 : Berubahnya Rumah-rumah Kita

Pasca Covid-19 : Berubahnya Rumah-rumah Kita

Ilustrasi © Unsplash.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kehidupan kita setelah wabah Covid-19 berarti, pasti tidak akan pernah sama dengan sebelumnya. Kita saat ini seolah berada pada fase “the beginning of the end”, cara-cara dan mindset lama bisa jadi akan berakhir, atau berubah, berganti dengan cara-cara dan mindset baru. Dalam banyak hal.

Nilai-nilai sosial mungkin akan berubah, kebiasaan-kebiasaan kita juga, dan rumah-rumah kita, tempat kita tinggal, mungkin juga akan berubah. Tempat makan kita, tempat cuci tangan, pegangan pintu, mungkin akan mendapatkan perhatian lebih. Karena sang wabah corona ini.

Rumah, sebagai tempat berlindung

Salah satu yang mungkin kini memenuhi benak banyak orang, terutama mereka yang terbiasa hidup di apartemen, atau rusun, adalah apakah bangunan komunal yang vertikal akan tetap menjadi pilihan di masa depan?

Apartemen, rusun, atau flat, memang dirancang untuk menempatkan sebanyak mungkin orang di satu tempat. Tentu saja, tempat ini bukanlah tempat yang paling ideal di masa pandemic ini. Mengapa? Bayangkan, berapa orang yang menyentuk gagang pintu pagar apartemen, atau pegangan tangga, atau tombol lift, permukaan lantai, selasar, atau tempat duduk umum di bawah rusun. Everyone touches everything.

Sejak dulu, fungsi utama tempat tinggal adalah keselamatan. Awalnya dulu, rumah berfungsi sebagai tempat persembunyian dari cuaca buruk dan hewan predator. Kemudian, rumah batu berpagar tinggi dibangun untuk mencegah musuh dari luar masuk. Pasca Covid-19 ini, mungkin banyak orang akan berpikir “saya membutuhkan rumah yang dapat memberikan isolasi sosial yang dapat secara efektif”.

Pasca Covid-19, bisa jadi mindset kita akan mulai berpikiri bahwa rumah bukan lagi sebagai tempat yang nyaman selepas penat bekerja di kota yang bising dan macet, namun juga tempat berlindung dari virus dan infeksi. Apakah kemudian, proses urbanisasi akan mundur selangkah ke belakang?

Entahlah.

Rumah sebagai kantor baru

Selama karantina, sebagian besar dari kita “dipaksa” untuk bekerja dari rumah, belajar atau kuliah dari rumah. Setelah beberapa lama, mungkin ada sebagian orang yang merindukan suasana kantor, bekerja dalam tim, duduk di meja kerja bersama karyawan-karyawan yang lain, meluangkan waktu makan siang bersama, atau ngopi saat waktu longgar, atau waktu istirahat siang. Meski begitu, orang-orang ini setidaknya pernah merasakan bekerja dari rumah, dan terus berpikir bagaimana menjadikan rumahnya menjadi tempat bekerja yang nyaman.

Tentu saja ada sebagian lagi orang yang tidak merindukan suasana kantor. Mereka inilah orang yang merasa bahwa bekerja di rumah sama efektifnya, atau bahkan lebih efektif, atau lebih produktif dilakukan dari mana saja, termasuk di rumah, tanpa harus ngantor. Kelompok yang kedua kemudian menyiapkan ‘kantor’ di rumahnya yang nyaman, efisien, dan menjadikannya tempat yang bisa membuatnya tetap produktif, deadline tetap terpenuhi, dan sebagainya.

Kantor di Rumah | Unsplash.com

Ada orang yang ingin membuat kantor di rumahnya mirip dengan meja kerja di kantornya. Namun tentu saja, lebih banyak orang yang mendesainnya sesuai dengan keinginannya sendiri, yang tak ‘bisa’ atau tak boleh dilakukan di kantor. Misalnya dengan menempatkan berbagai tanaman indoor, kaca besar yang terhubung dengan outdoor, pencahayaan yang didesain mirip coffeeshop atau café, untuk bekerja di malam hari, dan lainnya. Yang pasti, mereka yang selama ini hanya 'memasang' wifi dengan bandwith yang sekedarnya, akan mulai memerlukan wifi yang kencang, dengan bandwith besar.

Nah, jika sudah begini, kantor-kantor pun akan mencoba sekuat tenaga agar design kantor mereka menjadi kantor yang ..seperti di rumah, customable, untuk menarik agar banyak orang yang tetap ingin bekerja di kantor.

Mau balik ngantor?

===

Makhno, Sergey. “Life after Coronavirus: How Will the Pandemic Affect Our Homes?” Dezeen, 26 Mar. 2020, www.dezeen.com/2020/03/25/life-after-coronavirus-impact-homes-design-architecture/.

Novianti, C. (2020, March 24). 11 Trik Menciptakan Suasana Kantor di Rumah dengan Nyaman. Retrieved March 29, 2020, from https://www.99.co/blog/indonesia/kantor-di-rumah/

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga17%
Pilih SedihSedih9%
Pilih SenangSenang35%
Pilih Tak PeduliTak Peduli9%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi26%
Pilih TerpukauTerpukau4%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Minuman Tradisional Nusantara ; Bagian Sumatra Sebelummnya

Minuman Tradisional Nusantara ; Bagian Sumatra

Kisah Traveler Mobil Asal Spanyol yang ‘Terdampar’ di Bali Akibat Pandemi Selanjutnya

Kisah Traveler Mobil Asal Spanyol yang ‘Terdampar’ di Bali Akibat Pandemi

Akhyari Hananto

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.