Jurassic Park Akan Dibangun di Labuan Bajo

Jurassic Park Akan Dibangun di Labuan Bajo

Labuan Bajo © My Journey

Labuan Bajo merupakan salah satu tempat yang menjadi Kawasan Stategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus bekerja meningkatkan infrastruktur dan mengembangkan kawasan Labuan Bajo, salah satunya adalah dengan penataan secara signifikan di Pulau Rinca yang berada di Kabupaten Manggarai Barat. Konsep yang akan dibangun di Pulau Rinca adalah dengan pendekatan geopark yang berkelanjutan yang pembangunannya mirip dengan tema Jurassic Park.

Penataan yang akan dilakukan di Pulau Rinca tersebut nantinya adalah dibangunnya pusat informasi, pusat sovenir, kafe, toilet publik, kantor pengelola kawasan, spot foto, klinik, gudang, ruang terbuka publik, penginapan untuk penelitian dan pemandu wisata atau yang biasa disebut ranger. Selain itu, jalan yang digunakan untuk pejalan kaki sepanjang 1,5 km dan shelter pengunjung akan dibangun dengan konsep melayang atau elevated agar tidak menggangu aktifitas komodo. Penataan dan pembangunan fasilitas tersebut didukung dengan dibangunnya Dermaga Loh Buaya dilengkapi dengan sarana dan prasarana pengaman pantai.

Desain tracking untuk pejalan kaki yang memiliki konsep elevated. | Foto : viva.news

Keunikkan lainnya dari penataan yang berkonsep menyerupai Jurassic Park ini nantinya adalah Dermaga Loh Buaya yang luasnya 400 meter persegi tersebut akan dibangun dengan bentuk lidah komodo dan rumah-rumah yang ada di sekitarnya akan dibangun dengan konsep rumah adat Manggarai. Arsitek perancang konsep yang mirip Jurassic Park di Labuan Bajo adalah Yori Antar Anwar yang dalam pengerjaannya berpegang teguh pada penataan dan pengembangan kawasan Pulau Rinca yang tidak boleh mengganggu habitat komodo.

Proyek ini nantinya akan dimulai pada Februari 2020 dan ditargetkan akan selesai pada Desember 2020 yang dikomandoi oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR.


Catatan kaki: viva | kompas

Pilih BanggaBangga64%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang18%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi4%
Pilih TerpukauTerpukau14%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pertama di Indonesia, Masyarakat Bisa Cetak E-KTP Secara Mandiri Sebelummnya

Pertama di Indonesia, Masyarakat Bisa Cetak E-KTP Secara Mandiri

Susul Gopay, LinkAja Dan Dana Akan Membuat Fitur Pembayaran SPP Selanjutnya

Susul Gopay, LinkAja Dan Dana Akan Membuat Fitur Pembayaran SPP

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

Salam. Panggil saja Widi.

1 Komentar

  • Achmad Bondan Sugiantara

    Semoga dengan pembangunan infrastruktur di kawana Labuan Bajo, tidak mengganggu aktivitas asli dan budaya asli masyarakat Labuan Bajo

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.